Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mati, ya mati..
Saat malaikat izrail yang konon akan menyesuaikan penampilannya dengan si camat (calon mati).
Datang ga pakai salam..
Dan.. Ruh mu ditarik keluar dari jasad.. dengan cara yang lagi lagi disesuaikan dengan si camatnya.
“Inalillahi wainnalilahi rojiun.. Telah berpulang ke rahmatullah saudara/i *** bin ***” Suara speaker surau dekat rumah kita menggaungkan kalimat itu, menyebut nama kita!!
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S Ali Imron : 185)
Kalo ditanya, “kamu mau mati?” banyak yang menjawab..
“kaga!!”
Klo ditanya, “kenapa?” banyak yang menjawab
“Anu, gue belum banyak amal, gue belum siap,gue takut, gue belum nikah…”
Memang benar, kita manusia paling takut kalau mendengar kata mati,sampai sampai, banyak orang berujar, bila kematian itu adalah pengingat paling efektif dan manjur.
Kematian adalah salah satu takdir hidup yang pasti kita temui, ironisnya..
“Kita terkadang lupa dengan kematian, padahal kematian selalu ingat dengan kita”
Ya, bahkan kematian jauh lebih romantis daripada kekasih kita..
“Masa??” Baca selebihnya »
Filed under: Tulisan cakar ayam | 2 Komentar »